
PAMEKASAN – Pembinaan Teritorial (Binter) yang dilaksanakan TNI tidak hanya berorientasi pada penguatan hubungan dengan masyarakat, tetapi juga menyentuh kebutuhan mendasar warga, salah satunya ketahanan pangan. Hal tersebut diwujudkan melalui program TMMD Ke-130 Kodim 0826/Pamekasan di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.
Melalui program tersebut, Satgas TMMD menghadirkan pembangunan infrastruktur pendukung pertanian, mulai dari jalan usaha tani, drainase, hingga fasilitas rumah layak huni bagi masyarakat. Pembangunan itu diarahkan untuk membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan warga desa.
Pasiter Kodim 0826/Pamekasan Kapten Chb Aman Karyoko mengatakan, ketahanan pangan memiliki hubungan erat dengan ketahanan wilayah. Menurutnya, desa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri merupakan salah satu kekuatan penting dalam menjaga ketahanan nasional.
“Pertahanan negara itu dimulai dari perut rakyat. Kalau petani tidak bisa panen, kalau gabah tidak bisa keluar, kalau warga lapar, negara akan goyah. Makanya Binter sekarang itu juga soal pangan. Desa yang mandiri pangan itu adalah benteng pertahanan,” ujar Kapten Aman Karyoko, Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan, melalui Binter, TNI berupaya menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya. Babinsa diharapkan memahami berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari kondisi jalan pertanian hingga saluran irigasi.
“Tugas Binter itu membuat petani semangat lagi. Kalau jalan pertanian sudah bagus, petani semangat tanam. Kalau drainase lancar, sawah tidak kebanjiran. Kalau petani sejahtera, Indonesia tidak akan takut krisis pangan,” jelasnya.
Salah satu persoalan yang selama ini dihadapi petani Desa Jarin adalah sulitnya mengangkut hasil panen akibat kondisi jalan yang rusak. Ketika hujan turun, kendaraan sulit melintas sehingga sebagian hasil pertanian harus diangkut secara manual.
Kini, setelah jalan pertanian diperbaiki melalui program TMMD, petani mulai merasakan kemudahan dalam menjalankan aktivitasnya.
“Dulu kalau hujan, motor tidak bisa lewat, gabah harus dipikul. Banyak yang rugi. Sekarang jalan sudah dicor sama TNI dan warga, kami semangat lagi bertani. Kami merasa dibela,” ungkap salah seorang petani Desa Jarin.
Pembangunan jalan dan drainase tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian sekaligus mendukung pengelolaan lahan persawahan. Dengan akses yang semakin baik, biaya dan waktu pengangkutan hasil panen diharapkan dapat ditekan.
Melalui TMMD Ke-130, Kodim 0826/Pamekasan menunjukkan bahwa pembangunan desa dan pembinaan teritorial memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan pangan. Sebab, di balik setiap hasil panen, terdapat perjuangan petani yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan pendampingan.
Dari Desa Jarin, semangat ketahanan pangan dibangun melalui kerja nyata. Jika prajurit menjaga wilayah, petani turut menjaga kehidupan bangsa melalui sawah, cangkul, dan hasil panennya. (Pendim 0826)
