SEBATIK – Kebutuhan air bersih di kawasan perbatasan Pulau Sebatik hingga kini masih menjadi tantangan mendasar bagi masyarakat lokal. Menjawab persoalan tersebut, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadikan penyediaan sarana air bersih sebagai salah satu sasaran fisik prioritas, khususnya melalui pembangunan sumur gravitasi di 4 titik strategis Desa Liang Bunyu.
Selama bertahun-tahun, mayoritas warga di kawasan ini harus menggantungkan pasokan air harian dari penampungan air tadah hujan. Kondisi geografis kepulauan dan keterbatasan ketersediaan air bersih mendorong Satgas TMMD melakukan pemetaan khusus guna menentukan titik lokasi pencarian dan penyaluran air yang paling efektif.
Penentuan Titik Strategis Berbasis Kebutuhan Warga
Komandan Satgas TMMD menegaskan bahwa pemilihan 4 titik sumur gravitasi ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui survei mendalam terhadap sumber mata air alam dan kontur wilayah Desa Liang Bunyu.
Solusi Keterbatasan Wilayah untuk Menjawab kelangkaan air bersih yang menjadi masalah kronis di Pulau Sebatik. Sistem Gravitasi Efisie Memanfaatkan perbedaan ketinggian medan agar air mengalir alami ke pemukiman tanpa membebani biaya operasional masyarakat. Kemitraan TNI-Masyarakat untuk Mendorong kemanunggalan TNI dan rakyat melalui kerja bakti pemipaan dan pembuatan bak penampungan.
Menguatkan Kemanunggalan di Wilayah Perbatasan
Melalui sentuhan program TMMD ini, diharapkan krisis air yang dialami warga Liang Bunyu dapat teratasi secara berkesinambungan. Kehadiran prajurit di lapangan tidak hanya membawa pengerjaan fisik semata, tetapi juga memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun kesejahteraan di wilayah garda terdepan NKRI.
